close
Showing posts with label Struktur. Show all posts
Showing posts with label Struktur. Show all posts

Metode Kerja Pekerjaan Kolom Beton




Pada artikel ini kita akan membahas kembali Metode kerja atau Metode Pelaksanaan Pekerjaan Kolom Beton. Pada blohg ini pernah dipost Metode Kerja Pekerjaan Beton, akan tetapi dengan format yang berbeda.

REFERENSI

Dalam Pelaksanaannya  Pekerjaan Kolom ini harus mengacu kepada Spesifikasi teknis yang biasanya terdapat dalam dokumen RKS.

SUMBER DAYA

Sumberdaya pelaksanaan pekerjaan kolom terdiri dari

1. Material
  • Beton Readymix K350 (Kualitas Beton disesuaikan dengan RKS masing-masing proyek)
  • Besi beton
  • Kawat Bendrat
  • Dynabolt
  • Larutan Bonding agent
  • Curing compound
  • Beton decking
  • Tie rod

2. Peralatan
  • Concrete vibrator
  • Bar bender
  • Bar cutter
  • Tower crane dan concrete bucket+pipa tremi.
  • Unting-unting
  • Theodolite
  • Set Scafolding
  • Set panel bekisting

3. Tenaga Kerja
  • Pelaksana
  • Surveyor
  • Mandor
  • Pekerja

4. Instruksi Kerja

Instruksi Kerja dibagi menjadi Pekerjaan Pembesian, Pekerjaan Bekisting dan Pekerjaan Pengecoran

  • Pekerjaan pembesian dilakukan di workshop yang telah ditentukan.
  • Sebelum rangkaian besi tulangan diinstal, dipasang beton decking yang diikatkan pada sengkang bagian luar sebagai acuan concrete cover pada beksiting.
  • Rangkaian besi tulangan diinstal menggunakan tower crane.
  • Rangkaian besi tulangan diikat dengan bendrat pada starterbar yang telah disiapkan.

B. Pekerjaan Bekisting



  • Membuat garis marking pada pelat lantai sebagai acuan posisi bekisting dan dimensi kolom oleh surveyor dan garis offset berjarak 1 m dari garis posisi kolom.
  • Pastikan pembesian kolom berada di dalam acuan sesuai dengan spesifikasi struktur.
  • Pemasangan sepatu kolom pada setiap sudut kolom sebagai acuan pemasangan bekisting agar tidak bergeser. 
  • Pembersihan permukaan dasar kolom.
  • Pengecekan instalasi MEP yang tertanam pada kolom jika ada.
  • Sebelum dipasang, permukaan panel bekisting dibersihkan.
  • Pemasangan panel bekisting kolom diikuti dengan pemasangan sarana perkuatan bekisting kolom seperti adjustable support, steel waller, dan track stang.
  • Base plate pada adjustable support yang menumpu pada pelat lantai diangkur menggunakan dynabolt yang dipasang pada lubang yang dibuat dengan cara di bor pada pelat lantai atau pada stek yang telah disiapkan saat pengecoran pelat lantai.
  • Pemeriksaan sumbu kolom dengan acuan marking pada pelat lantai.
  • Pemeriksaan verticality kolom dengan unting-unting dan theodolite.
  • Sebelum pengecoran, beton lama disiram dengan larutan bonding agent dari atas bekisting.
  • Dilakukan pengecoran kolom sesuai dengan pasal Pekerjaan Pengecoran
  • Bekisting kolom dapat dibongkar 6 jam setelah pengecoran selesai, dan panel bekisting dibersihkan.
 
C. Pekerjaan Pengecoran
  • Dilakukan inspeksi sebelum pelaksanaan pengecoran.
  • Sebelum  pengecoran dilakukan uji slump dan diambil benda uji untuk tes  kuat tekan beton. Beri identifikasi yang jelas (nomor, tanggal cor, mutu beton, jenis struktur, nilai slump, nama supplier beton). 
  • Celah antara beton lama dengan panel bekisting ditutup dengan spons.
  • Penyiraman permukaan beton lama pada dasar kolom dengan larutan bonding agent dari atas bekisting.
  • Pengecoran dilakukan menggunakan concrete bucket tower crane yang dipasang pipa tremi.
  • Pipa tremi dimasukkan ke dalam bekisting dari atas.
  • Ketinggian jatuh dihitung dari ujung pipa tremi, ketinggian jatuh maksimal 1,5 m.
  • Pada saat pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan concrete vibrator.
  • Pengecoran dilakukan sampai batas stop cor yang telah ditentukan.
  • 6 Jam setelah pengecoran dan bekisting dibuka, permukaan beton dilapisi dengan curing compound.

4. Safety
  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan pekerjaan.
  • Penempatan rambu-rambu peringatan dan K3 pada area pekerjaan.

Metode Pelaksanaan Diaphragm Wall


Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dinding penahan tanah Diaphragm Wall adalah sebagai berikut :
1. Excavating Crane (Crawler Crane 100 Ton)
2. Excavating Clampshell Greb 8 Ton
3. Bentonite Mixing Unit
4. Bentonite re-cycling Unit 100 m3/hr
5. Bentonite Storage 30-60 m3
6. Service Crane (Crawler Crane 60 Ton)
7. Various Pump dan Tremie Pipes for re-cycling (Submersible Pump 3”-6”)
8. Construction Joint Water Stop (CWS) Form
9. Excamator PC 200
10. Dump Truck
11. Generator Set 150 KVA
12. Welding Machine
13. Theodolite & Water Pass
14. Dan Lain-lain

Dalam Pelaksanaannya, pekerjaan Diaphragm Wall mengikuti metode pekerjaan sebagai berikut :
1. Pekerjaan persiapan meliputi : mobilisasi alat, cleaning dan grubbing, pengukuran dan lain-lain
2. Pembuatan guide wall sebagai panduan untuk kelurusan dan platform alat pengeboran dinding diagfragma, konstruksi seperti tampilan bawah

3. Adapun urutan pelaksanaan Diafragm wall adalah sebagai berikut :




Metode Pelaksanaan Dinding Penahan Tanah Dengan Sistem Soldier Pile



Metode Pelaksanaan Dinding Penahan Tanah Dengan Sistem Soldier Pile, sebagai acuan dalam pelaksanaan dilapangan, sehingga diharapkan menghasilkan Dinding Penahan Tanah dengan kwalitas yang diharapkan.

Alat :
• Alat Bor Terdiri dari crawler crane auger dan kelly dan Alat ukur theodolit dan waterpass
• Patok-patok untuk tanda pengukuran
• Pompa Submersible untuk pengecoran bentonite
• Pipa tremie untuk pegecoran
• Casing
• Bucket untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari lubang cor


Bahan
• Campuran bentonite, air dan semen (bentonite adalah tanah lempung (clay) den kadar monmorillonite tinggi)
• Besi beton
• Adukan beton




Metode Pelaksanaan Pekerjaan Dewatering dan Well Point



Pendahuluan
Pada pembangunan gedung bertingkat saat ini sering dibuat basement dengan berbagai alasan, diantaranya dengan menambah ruang dan alasan lai seperti bila dijumpai tanah lembek. Untuk membuat basement, penggalian tidak dapatdihindarknan dan bilamana muka air tanahnya tinggi  serta pada lapis yang tembus air, maka pemompaan harus dilakukan untuk mengeringkan lahan agar pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi situasi ini ialah menggunakan metode pengurasan dengan pemompaan yang dilakukan dengan sumur titik (well point system)

Pekerjaan Persiapan
1. Tentukan letak titik dan kedalaman rencana pengeboran
2. Menyiapkan casing pipa PVC dengan  urutan sebagai berikut :
  • Lubangi pipacasing pada bagian ujung yang akan terendam air dengan diameter lubang sesuai shop drawing, dengan menggunakan alat bor.
  • Bungkus lubang-lubang pipa tersebut dengan kawat ayam/plastik filter.



3. Buat bak penampungan air sirkulasi pengeboran berupa galian tanah yang dilapisi semen.
4. Laksanakan pengeboran tanah dengan mesin bor, jumlah lubang dan diameter serta kedalaman galian harus sesuai rencana.
5. Masukkan pipa PVC yang telah dilubangi kedalam lubang bor secara bertahap.
6. Isi rongga antara lubang pengeboran dan casing PVC dengan koral gundu.
7. Buat saluran pembuangan air dari hasil dewatering.

8. Pasang dan operasikan pompa submersible secara otomatis kedalam casing PVC dengan mengatur :
  • Rangkaian pompa submersible dengan pipa galvanis
  • Letak manometer, stop kran, check valve (untuk mengatahui dan mengatus tekanan.debit air).
  • Letak water level control/elektrode (untuk mengatur tinggi rendahnya permukaan air didalam sumur sebagai pengamanan pompa)
  • Letak panel kontrol dan instalasi listrik
9. Merek-merek pompa dewatering yang sering dibuanakan yaitu Torishima, Ebara, dll



Metode Pelaksanaan Galian Basement



Metode Bangunan. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai Metode Pelaksanaan Galian Basement, mencakup proses pelaksanaan, faktor-faktor yang harus diperhatikan dan kwalitas pelaksanaan pekerjaan.

1. PEKERJAAN PERSIAPAN


Sebelum proses penggalian dilaksanakan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Kedalaman Galian

  • Cek stabilitas lereng, apakah dapat digali secara open cut dengan membentuk slope (cek tinggi kritis dan kemiringan slope).
  • Untuk lahan yang sempit, apakah diperlukan dinding penahan tanah yang sementara –Temporary (sheet pile, sheet pile + anchor, dll) atau yang permanent (soldier pile, diagfragma wall, dll)

b. Pengaturan arah manuver alat berat dan dump truck yang baik yang dilakukan dengan memperhatikan site instalation yang ada.

c. Pemilihan, jumlah dan komposisi alat gali yang digunakan berdasarkan waktu pelaksanaan dan lokasi proyek.

d. Jalan kerja yang memenuhi syarat.

e. Pemeliharaan lingkungan sekitar proyek (debu, lumpur bekas material galian, dll)



2. METODE PEKERJAAN GALIAN

a. Galian tahap 1, penggalian dilakukan backhoe dan material langsung di dumping ke dump truck (posisi dump truck yang optimal dimana sudut swing bucket backhoe  45 – 90 derajat), tinggi galian sesuai perhitungan tinggi kritis.

b. Galian tahap 2, lereng hasil penggalian tahap 1 harus diproteksi dari gerusan air hujan dengan menggunakan terpal plastik (plastic sheet) dan galian tahap kedua dapat dilaksanakan dengan metode yang sama pada tahap 1.

c. Penggalian dilanjutkan sampai elevasi rencana, untuk penggalian dibawah permukaan air tanah dilakukan pekerjaan dewatering.

d. Hasil galian tanah dibuang ke lokasi disposal area, diusahakan agar jarak disposal adalah jarak terdekat dan yang perlu diperhatikan usahakan tanah galian tidak berjatuhan dengan cara menutup bak dump truck dengan terpal




Metode Pemasangan Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat.

Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat. Sebelum pemasangan perancak dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancak kuat untuk menahan beben beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya setel (penurunan) akibat pengecoran pelat lantai berlangsung.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecoran balok dan pelat antara lain :
  1. Menentukan elevasi lantai II kemudian lakukan penandaan sebagai acuan dalam pembigestingan pelat lantai dan balok.
  2. Elevasi dasar atas begisting pelat lantai adalah = El. LT II - (tebal spesi + keramik) - tebal pelet beton
  3. Elevasi dasar atas begisting Balok lantai adalah = El. Dasar atas begisting pelat - (tinggi balok - tebal pelat)
  4. Pasangkan skafolding untuk balok terlebih dahulu searah balok
  5. Pasangkan Pasangkan balok 8/12 searah balok beton
  6. Pasangkan suri-suri 6/12 dengan jarak 60 cm
  7. Pasangkan begisting sesuai ukuran dimensi balok yang akan di cor
  8. Masukan pembesian yang sudah dirakit kedalam bekisting balok yang sudah disiapkan
  9. Kemudian dengan cara yang sama lakukan pada pembegistingan pada pelat beton
  10. Pasangkan Hori beam dengan jarak per 40 cm
  11. Pasangkan begisting dengan plywood dengan ketebalan 15 mm
  12. Lakukan pemasangan pembesian pelat
  13. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang disyratkan pada gambar
  14. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
  15. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
  16. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
  17. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton
  18. Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol elevasi begisting
Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat.


    Contoh Perhitungan
    Data Volume yang dikejakan sebesar :=175.98m3(Vol beton)
    Data Volume yang dikejakan sebesar :=1466.5m2(Vol bekisting)
    Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
    Kayu Terentang 0.04x1466.5=58.66m3
    Paku Biasa 2" - 5"0.4x1466.5=586.6kg
    Minyak Bekisting0.2x1466.5=293.3ltr
    Balok Kayu Borneo0.015x1466.5=21.9975m3
    Plywood Tebal 9 mm0.35x1466.5=513.275lbr
    Stut pipa support6x1466.5=500bj
    Waktu penyelesaian Pekerjaan :
    Waktu pelaksanaan9hr
    Kapasitas1466.5/9=162.9444444m2/hr
    Kebutuhan Tenaga / hari :
    Pekerja0.32x162.9444444=52.14222222Org/hr
    Tukang Kayu0.33x162.9444444=53.77166667Org/hr
    Kepala Tukang0.033x162.9444444=5.377166667Org/hr
    Mandor0.006x162.9444444=0.977666667Org/hr
    112.2687222Org/hr
    Alat yang digunakan :
    Stut pipa support=500bj
    Scafoding set=750bj
    Jack base dan U head=1500bj
    Joint pin=3000bj
    Cross brace=1500bj
    Ledder Frame=1500bj
    Mould Oil
    Theodolit=1bj
    Waktu pelaksanaan :
    Dimulai=Bulan ke...
    Durasi waktu=9hari
    Lose waktu=1hari

    Pengecoran untuk sloof balok, Metode Pelaksanaan dan Contoh Perhitungan Bahan dan Tenaga Kerja

    Pengecoran untuk sloof balok. Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua balok sloof pada ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari balok terujung dan dilanjut kebalok sloof berikutnya.

    Penuangan spesi beton ke balok sloof beton dengan menggunakan talang cor / atau mengunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menngunakan beton jadi (Ready mix)
    Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
    1. Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
    2. Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
    3. Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran, diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
    4. Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
    5. Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik. Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
    6. Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2 
    Metode Pengecoran Sloof Balok
    Pengecoran Sloof Balok


      Contoh Perhitungan
      Data Volume yang dikejakan sebesar :=25.93m3(K250)
      Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
      Beton Ready mix1x25.93=25.93m3
      Waktu penyelesaian Pekerjaan :
      Waktu pelaksanaan2hr
      Kapasitas25.93/2=12.965m3/hr
      Kebutuhan Tenaga / hari :
      Pekerja2.5x12.965=32.4125Org/hr
      Tukang Batu Setengah Terampil0.25x12.965=3.24125Org/hr
      Kepala tukang batu0.1x12.965=1.2965Org/hr
      Mandor0.01x12.965=0.12965Org/hr
      37.0799Org/hr
      Alat yang digunakan :
      Vibrator concrate=1unit
      Sekrop=2set
      Kasut=2set
      Waktu pelaksanaan :
      Dimulai=Bulan ke..
      Durasi waktu=2hari
      Lose waktu=1hari

      Bekisting untuk Sloof Balok, Tatacara Pelaksanaan dan Contoh Perhitungan Bahan dan Tenaga kerja

      Bekisting untuk Sloof Balok. Begisting pondasi dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan multiplek tebal 9 mm dan diberi tembiring usuk 4/6 & stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut
      1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang disyratkan pada gambar
      2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
      3. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
      4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
      5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton
      6. Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak merusak beton
      7. Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara vertical maupun horizontal


        Contoh Perhitungan
        Data Volume yang dikejakan sebesar :=25.93m3(Vol beton)
        Data Volume yang dikejakan sebesar :=207.44m2(Vol bekisting)
        Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
        Kayu Terentang 0.04x207.44=8.2976m3
        Paku Biasa 2" - 5"0.3x207.44=62.232kg
        Minyak Bekisting0.1x207.44=20.744ltr
        Waktu penyelesaian Pekerjaan :3hr
        Waktu pelaksanaan
        Kapasitas207.44/3=69.14666667m2/hr
        Kebutuhan Tenaga / hari :
        Pekerja0.3x69.14666667=20.744Org/hr
        Tukang Kayu0.26x69.14666667=17.97813333Org/hr
        Kepala Tukang0.026x69.14666667=1.797813333Org/hr
        Mandor0.005x69.14666667=0.345733333Org/hr
        40.86568Org/hr
        Alat yang digunakan :
        Gergaji=2bj
        Waktu pelaksanaan :
        Dimulai=Bulan ke....
        Durasi waktu=3hari
        Lose waktu=1hari

        Metode Pelaksanaan Pembesian Sloof Balok.

        Pembesian Sloof Balok. Pembesian Balok sloof dipasangkan sejajar dengan arah pas. Pondasi batu kali dan sebelum pemasangan pembesian terlebuh dahulu dilakukan pembersihan dari cley (tanah) pada area tata letak sloof balok.

        Pemasangan pembesian pada balok sloof tulangan tarik lapangan terletak pada bagian atas dan tulangan tekan berata pada bagian bawah. Begitu juga pada bagian tumpuan tulangan tarik berada pada bagian bawah dan tulangan tekan pada pada bagian atas.

        Pemasangan pembesian disambungkan pada bagian kolom yang telah diberi tulangan stut sebelumnya.


        Contoh Perhitungan
        Data Volume yang dikejakan sebesar :=25.93m3(Volume beton)
        Data Volume yang dikejakan sebesar :=2774.51kg(U 32)
        Data Volume yang dikejakan sebesar :=881.62kg(U 24)
        3656.13kg
        Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
        Besi Beton ( Polos / Ulir )1.05x3656.13=3838.9365kg
        Kawat Beton0.015x3656.13=54.84195kg
        Waktu penyelesaian Pekerjaan :
        Waktu pelaksanaan6hr
        Kapasitas3656.13/6=609.355kg/hr
        Kebutuhan Tenaga / hari :
        Pekerja0.007x609.355=4.265485Org/hr
        Tukang Besi0.007x609.355=4.265485Org/hr
        Kepala Tukang0.0007x609.355=0.4265485Org/hr
        Mandor0.0003x609.355=0.1828065Org/hr
        9.140325Org/hr
        Alat yang digunakan :
        Mesin pemotong besi=2unit
        Alat pembengkok besi=4set
        Tang=8set
        Waktu pelaksanaan :
        Dimulai=Bulan .....
        Durasi waktu=6hari
        Lose waktu=1hari

        Pasangan pondasi batu kali 1Pc : 5Ps, tatacara pemasangan dan contoh perhitungan kebutuhan bahan dan tenaga

        Pasangan pondasi batu kali 1Pc : 5Ps. Pasangan pondasi merupakan bagian penting bagi sebuah bangunan. Salah satu jenis pondasi adalah pondasi batu kali, jenis pondasi ini pertama jali dikenal sebelum muncul jenis-jenis pondasi lain. Jenis pondasi batu kali sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, dimana pembagiannya didasari oleh perbandingan adukan pasir dan semen yang menyusunnya. Dalam postingan ini, akan dibahas tentang jenis pondasi dengan perbandingan adukan 1 bagian semen dengan 5 bagian pasir, sebagai berikut:
        1. Landasan dari adukan seman setebal paling sedikit 3 cm ditempatkan pada dasar landasan dan dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa hingga batu permukaan selalu tertanam pada adukan tersebut sebelum mengeras. Batu ditanam dengan kuat dan satu dengan yang lainnya bersinggungan untuk mendapatkan tebal yang diinginkan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng.
        2. Tambahan adukan harus dipasang untuk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutup batunya.
        3. Penampang batu luar dengan menggunakan batu segi enam dengan jarak antar batu 1,5 – 2,0 cm.
        4. Ujung dasar dinding yang dipasang dalam galian dimana dukungan tanah atau cetakan lain disediakan, harus dilaksanakan dengan mengisi galian atau cetakan dengan adukan setebal 60% dari ukuran maksimum dari batu dan langsung menempatkan batu pada adukan yang belum mengeras.
        5. Adukan selanjutnya segera ditambahkan dan proses tersebut diulangi sehingga cetakan tersebut terisi.
        6. Adukan selanjutnya harus segera ditambah sampai sampai kebagian atas sehingga memperoleh permukaan yang rata. Urukan kembali disekitar struktur yang telah selesai akan dipadatkan .
        7. Pemberian paralon PVC 2” untuk mencegah terjadinya tekanan air dari sisi dalam pasangan.
        8. Pada pasangan batu kali pada bagian bidang miring pas. Dipasang mengikuti dasar bidang yang telah di triping/dikepras sehingga membentuk bidang datar yang rata dengan memakai acuan profil sebagai ketebalan pas. Batu kali
        Metode Pasangan Batu Kali


          Contoh Perhitungan
          Spesifikasi campuran yang digunakan 1PC : 5Ps :
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=97.13 m3
          Material yang dibutuhkan dalam penyelesaian pekerjaan :
          - Batu kali1.10 x97.13 =107 m3
          - Semen 50 kg136.00 x97.13 =13,210 kg
          - Pasir pasang0.54 x97.13 =53 m3
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan14 hr
          Kapasitas97.13 /14 = 6.94 m3/hr
          Kebutuhan Tenaga dlm penyelesaian Pekerjaan :
          Pekerja1.50 x6.94 = 1.49 Org/hr
          Tukang Batu0.60 x6.94 = 0.59 Org/hr
          Kepala Tukang0.06 x6.94 = 0.06 Org/hr
          Mandor0.08 x6.94 = 0.07 Org/hr
          2.22 Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Concrate mixer= 1unit
          Sekrop / pacul= 4set
          Cetok= 2set
          Ember= 8set
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan Ke.....
          Durasi waktu=14 hari
          Lose waktu=1hari

          Bekisting untuk Kolom beton, Metode Pelaksanaan dan Contoh Perhitungan

          Bekisting kolom dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan multiplek tebal 12 mm dan diberi tembiring usuk siku 50.50.5 & stut menggunakan pipa support sebagai penyangga bekisting dan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
          1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk,   ukuran dan posisi seperti yang disyratkan pada gambar
          2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
          3. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
          4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
          5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton
          6. Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak merusak beton
          7. Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol kelurusan antar kolom dan kelurusan vertikal dengan 2 sisi yang berbeda menggunakan lot grafitasi atau pesawat theodolit
          Metode Pelaksanaan Bekisting Kolom Beton


          Contoh Perhitungan
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=41.01m3(Vol beton)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=196.848m2(Vol bekisting)
          Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
          Kayu Terentang 0.04x196.848=7.87392m3
          Paku Biasa 2" - 5"0.4x196.848=78.7392kg
          Minyak Bekisting0.2x196.848=39.3696ltr
          Balok Kayu Borneo0.015x196.848=2.95272m3
          Plywood Tebal 9 mm0.35x196.848=68.8968lbr
          Stut pipa support2x196.848=393.696bj
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan13hr
          Kapasitas196.848/13=15.14215385m2/hr
          Kebutuhan Tenaga / hari :
          Pekerja0.3x15.14215385=4.542646154Org/hr
          Tukang Kayu0.33x15.14215385=4.996910769Org/hr
          Kepala Tukang0.033x15.14215385=0.499691077Org/hr
          Mandor0.006x15.14215385=0.090852923Org/hr
          10.13010092Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Stut pipa support=393.696bj
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan III,IV,V,VII,VIII
          Durasi waktu=13hari
          Lose waktu=1hari

          Metode Pelaksanan Pekerjaan Pembesian Kolom

          Pada penulangan kolom, ujung bawah dihubungkan dengan pondasi sedangkan bagian atas dihubungkan dengan balok yang menekan pelat lantai sehingga merupakan satu kesatuan struktur portal yang kaku. Penulangan kolom dilebihkan sampai sampai lantai atas untuk menyambung tulangan kolom lantai berikutnya.

          Besi kolom yang dipasang pertama kali berbentuk L dan diikatkan pada tulangan bawah tulangan foot plate. Pemasangan tulangan dimulai dengan memasang sebelah luar. Setelah itu dilakukan pemasangan besi-besi yang lain dan menyambungnya dengan tulangan yang sudah ada


          Metode Pembesian Kolom


          Contoh Perhitungan
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=41.01m3(Vol beton)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=4319.5833kg(U 32)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=2252.6793kg(U 24)
          6572.2626kg
          Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
          Besi Beton ( Polos / Ulir )1.05x6572.2626=6900.87573kg
          Kawat Beton0.015x6572.2626=98.583939kg
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan20hr
          Kapasitas6572.2626/20=328.61313kg/hr
          Kebutuhan Tenaga / hari :
          Pekerja0.007x328.61313=2.30029191Org/hr
          Tukang Besi0.007x328.61313=2.30029191Org/hr
          Kepala Tukang0.0007x328.61313=0.230029191Org/hr
          Mandor0.0003x328.61313=0.098583939Org/hr
          4.92919695Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Mesin pemotong besi=2unit
          Alat pembengkok besi=4set
          Tang=8set
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan III,IV,V,VII,VIII
          Durasi waktu=20
          Lose waktu=1

          Metode Pelaksanaan Pengecoran Poer beton

          Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua pondasi & kolom pada ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari pondasi 1 dan dilanjut kepondasi berikutnya.

          Penuangan spesi beton ke pondasi beton dengan menggunakan talang cor / atau mengunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menngunakan beton jadi (Ready mix)

          Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :

          Metode Pengecoran Poer Beton

          1. Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
          2. Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
          3. Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran, diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
          4. Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
          5. Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik. Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
          6. Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2


          Contoh Perhitungan
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=15.68m3(K250)
          Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
          Beton cor Ready Mix K2501x15.68=15.68m3
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan1hr
          Kapasitas15.68/1=15.68m3/hr
          Kebutuhan Tenaga / hari :
          Pekerja2.5x15.68=39.2Org/hr
          Tukang Batu Setengah Terampil0.25x15.68=3.92Org/hr
          Kepala tukang batu0.1x15.68=1.568Org/hr
          Mandor0.01x15.68=0.1568Org/hr
          44.8448Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Vibrator concrate=1unit
          Sekrop=2set
          Kasut=2set
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan I (Minggu ke 3)
          Durasi waktu=1hari
          Lose waktu=1hari

          Metode Pelaksanan Pekerjaan Bekisting untuk Poer beton

          Begisting pondasi dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang diinginkan sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan multiplek tebal 9 mm dan diberi tembiring usuk 4/6 & stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut :

          Metode Pelaksanan Pekerjaan Poer Beton

          • Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk,   ukuran dan posisi seperti yang disyratkan pada gambar
          • Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
          • Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
          • Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
          • Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton
          • Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak merusak beton
          • Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara vertical maupun horizontal 

          Contoh Perhitungan
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=15.68m3(Volume beton)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :75.264m2(Volume bekisting)
          Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
          Kayu Terentang 0.04x75.264=3.01056m3
          Paku Biasa 2" - 5"0.3x75.264=22.5792kg
          Minyak Bekisting0.1x75.264=7.5264ltr
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan3hr
          Kapasitas75.264/3=25.088m2/hr
          Kebutuhan Tenaga / hari :
          Pekerja0.3x25.088=7.5264Org/hr
          Tukang Kayu0.26x25.088=6.52288Org/hr
          Kepala Tukang0.026x25.088=0.652288Org/hr
          Mandor0.005x25.088=0.12544Org/hr
          14.827008Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Gergaji=4unit
          Lot=4set
          Palu=4set
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan I (Minggu ke 3)
          Durasi waktu=3hari
          Lose waktu=1hari

          Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian Poer beton

          Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada pekerjaan pemasangan tulangan antara lain :
          • Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut terpasang
          • Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan geser
          • Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton
          • Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan
          • Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal tebal selimut beton yang akan di cor
          • Pembesian kolom dalam pemasangan ini harus diikutsertakan dalam pengecoran karena merupakan satu kesatuan dengan pembesian kolom
          Metode Pelaksanaan Pembesian Poer Beton

          Contoh Perhitungan
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=15.68m3(Volume beton)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=2446.08kg(U 32)
          Data Volume yang dikejakan sebesar :=2446.08kg(U 24)
          4892.16kg
          Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
          Besi Beton ( Polos / Ulir )1.05x4892.16=5136.768kg
          Kawat Beton0.015x4892.16=73.3824kg
          Waktu penyelesaian Pekerjaan :
          Waktu pelaksanaan4hr
          Kapasitas4892.16/4=1223.04kg/hr
          Kebutuhan Tenaga / hari :
          Pekerja0.007x1223.04=8.56128Org/hr
          Tukang Besi0.007x1223.04=8.56128Org/hr
          Kepala Tukang0.0007x1223.04=0.856128Org/hr
          Mandor0.0003x1223.04=0.366912Org/hr
          18.3456Org/hr
          Alat yang digunakan :
          Mesin pemotong besi=2unit
          Alat pembengkok besi=4set
          Tang=8set
          Waktu pelaksanaan :
          Dimulai=Bulan I (Minggu 3)
          Durasi waktu=4hari
          Lose waktu=1hari

          Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lantai kerja campuran (1Pc : 3Ps : 5Kr)

          Dibawah ini akan dijelaskan tetang pelaksanaan pekerjaan lantai kerja diserta dengan contoh perhitungan untuk kebutuhan bahan, tenaga kerja dan jumlah waktu pelaksanaan pekerjaan yang disesuaikan dengan volume pekerjaan   
          • Landasan pondasi dari adukan 1pc : 3ps : 5kr digelar setebal 5 cm ditempatkan pada dasar landasan dan dikerjakan sedikit hingga menutup semua landasan pondasi beton
          • Spesi diratakan  sedemikian rupa hingga rata permukaanya dengan menngunakan kasutan.
          Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja


            Contoh Perhitungan
            Data Volume yang dikejakan sebesar :=6.78 m3
            Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
            Semen Portland218x6.78=1,478 kg
            Pasir Beton0.5x6.78=3.39 m3
            Koral Beton0.9x6.78=6.10 m3
            Waktu penyelesaian Pekerjaan :
            Waktu pelaksanaan14.00 hr
            Kapasitas6.78 /14.00 = 0.48 m3/hr
            Kebutuhan Tenaga / hari :
            Pekerja1.65 x0.48 = 0.80 Org/hr
            Tukang Batu0.25 x0.48 0.12 Org/hr
            Kepala Tukang0.30 x0.48 0.15 Org/hr
            Mandor0.08 x0.48 = 0.04 Org/hr
            1.10 Org/hr
            Alat yang digunakan :
            Concrate Mixer= 1unit
            Sktop= 4set
            Timba cor= 8set
            Waktu pelaksanaan :
            Dimulai=Bulan I
            Durasi waktu=14 hari
            Lose waktu=3hari

            Metode Pelaksanaan Pekerjaan Urugan pasir padat

            Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai keramik atau pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Untuk mendapatkan kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah sebagai berikut , disertai contoh perhitungan kebutuhan bahan, tenaga kerja dan waktu pelaksanaan :

            Metode Urugan Pasir Padat

            • Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
            • Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
            • Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
            • Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
            Contoh Perhitungan
            Data Volume yang dikejakan sebesar :=16.31 m3
            Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
            Pasir Urug=19.57 m3
            Waktu penyelesaian Pekerjaan :
            Waktu pelaksanaan14.00 hr
            Kapasitas19.57 /14.00 = 1.40 m2/hr
            Kebutuhan Tenaga / hari :
            Pekerja0.3 x1.40 = 0.42 Org/hr
            Mandor0.01 x1.40 = 0.01 Org/hr
            - Org/hr
            Alat yang digunakan :
            Alat garuk pasir= 1unit
            Waktu pelaksanaan :
            Dimulai=Bulan I………..
            Durasi waktu=14 hari
            Lose waktu=3hari

            Metode Pelaksanaan Bobokan tiang pancang (Pemotongan tiang pancang)

            Kontraktor dalam melaksanakan pemancangan tentunya berusaha untuk mengikuti kedalaman maksimal yang ditentukan oleh konsultan perencana, akan tetapi pada pelaksanaan dilapangan setiap titik kadang berbeda-beda kedalamannya. Untuk itulah diperlukan pemotongan dan pembobokan tiang pancang, dengan mengiktui tahap-tahap berikut :

            Metode pembobokan tiang pancang

            • Tiang Pancang yang kelebihan panjangnya bila diukur waterpas terhadap poer pondasi harus dilakukan pemotongan mengikuti ketentuan yang berlaku.
            • Pemotongan harus rapi dan rata permukaannya, dengan memperhitungkan ketinggiannya terhadap adanya pasir urug dan lantai kerja.
            • Besi stek dari tiang pondasi pancang disisakan sesuai peraturan yang berlaku (PBl 71) sepanjang 40 x diameter ukuran besi yang ada.
            • Jika stek besi tidak mencapai mengingat posisi tiang pancang terlalu dalam, maka ketebalan poer pondasi perlu disesuaikan sampai stek tercapai.

            Contoh Perhitungan
            Data Volume yang dikejakan sebesar :=34.00 ttk
            Waktu penyelesaian Pekerjaan :
            Waktu pelaksanaan12.00 hr
            Kapasitas34.00 /12.00 = 3 ttk/hr
            Kebutuhan Tenaga / hari :
            Pekerja1.0 x3 = 3 Org/hr
            Mandor0.10 x3 = 0 Org/hr
            3 Org/hr
            Site Engineer1 Org
            Pelaksana1 Org
            Alat yang digunakan :
            Hummer 15 kg= 3unit
            Waktu pelaksanaan :
            Dimulai=Bulan I
            Durasi waktu=12 hari
            Lose waktu=3hari

            Metode pelaksanan galian tanah pondasi

            Langkah selanjutnya, setelah dilakukannya pekerjaan tiang pancang adalah pekerjaan galian pondasi. Adapun metode pelaksanaan pekerjaan galian pondasi adalah sebagai berikut :
            • Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok dan bowplank pada area tanah asli yang akan digali dan diberi tanda berwarna / dicat
            • Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali yang mengacu pada bowplank
            • Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada bowplank untuk kerapian dan kelurusan galian tanah agar dimensi pondasi terpenuhi
            • Menyiapkan bak ukur yang standar untuk mengukur kedalaman dari galian tanah
            • Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia (Man Power)
            • Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai kebutuhan pas. pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur memanjang dan melintang bangunan Ex. Galian ditempatkan sementara disisi lubang galian dan kemudian diangkut keluar proyek dengan menggunakan dump truck.
            Galian Tanah Pondasi


              Dibawah ini adalah tabel contoh kebutuhan bahan, perlatan  dan tenaga  kerja, serta waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan galian pondasi :
              Data Volume yang dikejakan sebesar :=278.04 m3
              Waktu penyelesaian Pekerjaan :
              Waktu pelaksanaan14.00 hr
              Kapasitas278.04 /14.00 = 19.86 m3/hr
              Kebutuhan Tenaga / hari :
              Pekerja0.4 x19.86 = 8 Org/hr
              Mandor0.04 x19.86 = 1 Org/hr
              9 Org/hr
              Site Engineer1 Org
              Pelaksana1 Org
              Juru ukur / surveyor1 Org
              Alat yang digunakan :
              Ganco= 10unit
              Pacul= 10unit
              Lempak= 10unit
              Sekrop= 10unit
              Waktu pelaksanaan :
              Dimulai=Bulan I
              Durasi waktu=14
              Lose waktu=3