close
Showing posts with label Arsitektur. Show all posts
Showing posts with label Arsitektur. Show all posts

Metode Pelaksanaan Pasangan Bata Ringan AAC dari Persiapan hingga Pemeriksaan

Pasangan bata ringan AAC merupakan salah satu pekerjaan dinding yang umum digunakan pada proyek gedung karena bobotnya relatif ringan, ukuran bloknya seragam, dan proses pemasangannya dapat berjalan lebih cepat dibanding beberapa sistem dinding konvensional. Namun, hasil pekerjaan yang rapi dan siap menerima finishing tetap sangat bergantung pada metode pelaksanaan di lapangan.

Masalah pada pasangan bata ringan biasanya bukan hanya soal kecepatan pemasangan, tetapi juga menyangkut ketegakan dinding, kerataan permukaan, ketepatan posisi opening, kualitas sambungan dengan elemen struktur, serta kesiapan dinding sebelum masuk ke tahap plesteran atau finishing berikutnya.

Karena itu, pekerjaan pasangan bata ringan AAC perlu dikendalikan sejak tahap persiapan dokumen, pengecekan marking, penyiapan material, pemasangan baris pertama, kontrol alignment, hingga pemeriksaan akhir.

Catatan teknis: Metode pada artikel ini merupakan alur umum pekerjaan pasangan bata ringan AAC. Detail teknis seperti ukuran blok, tebal joint, mortar perekat, wall tie, penguatan pada opening, kolom praktis, balok latei, serta detail sambungan ke kolom atau balok harus mengikuti gambar kerja, spesifikasi proyek, dan sistem material yang disetujui.
Pekerjaan pasangan bata ringan AAC pada proyek gedung
Pekerjaan bata ringan AAC memerlukan kontrol dari marking hingga pemeriksaan akhir.

Tujuan Pekerjaan Pasangan Bata Ringan AAC

Pekerjaan pasangan bata ringan bertujuan membentuk dinding pembagi atau dinding pengisi yang sesuai posisi, dimensi, elevasi, dan detail pada gambar kerja. Dinding harus memiliki hasil pemasangan yang rapi, cukup lurus, stabil, dan siap menerima pekerjaan selanjutnya seperti plesteran, acian, skim coat, atau finishing lain sesuai lingkup proyek.

Selain tampilan akhir, metode pemasangan yang baik juga membantu mengurangi rework, memudahkan kontrol kualitas, dan menjaga efisiensi material serta tenaga kerja.

Dokumen yang Harus Diperiksa

  • Approved shop drawing arsitektur.
  • Denah dinding, detail opening, dan detail sambungan ke struktur.
  • Project specification atau RKS.
  • Approved material submittal untuk bata ringan AAC dan mortar perekat.
  • Approved method statement.
  • Inspection and Test Plan jika dipersyaratkan.
  • Gambar koordinasi MEP pada area dinding jika relevan.

Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan tim lapangan menggunakan revisi gambar terbaru dan memahami batas lingkup pekerjaan.

Material dan peralatan untuk pemasangan bata ringan AAC
Material dan alat kerja harus siap sebelum pemasangan dinding dimulai.

Material Utama

Material yang digunakan menyesuaikan sistem yang telah disetujui proyek. Secara umum pekerjaan dapat melibatkan:

  • bata ringan AAC;
  • mortar perekat khusus bata ringan;
  • air sesuai kebutuhan pencampuran;
  • wall tie, angkur, atau connector jika disyaratkan;
  • material penguat opening sesuai detail proyek;
  • material repair minor jika diperlukan;
  • alat bantu alignment dan kontrol pemasangan.

Peralatan Kerja

  • meteran dan alat ukur;
  • benang dan waterpass atau laser level;
  • alat aduk mortar perekat;
  • roskam atau trowel khusus mortar AAC;
  • gergaji bata ringan atau alat potong;
  • palu karet;
  • alat bantu marking;
  • scaffold atau platform kerja bila diperlukan;
  • alat kebersihan area kerja.

Persiapan Sebelum Pekerjaan

Sebelum pemasangan dimulai, lakukan pemeriksaan area kerja, elevasi lantai, posisi dinding, garis as, dan posisi opening pintu atau jendela. Pastikan struktur atau elemen pendukung yang berkaitan dengan pemasangan dinding sudah siap menerima pekerjaan.

Area juga harus cukup aman dan tidak terganggu aktivitas lain yang berpotensi merusak hasil pasangan atau membuat pemasangan tidak akurat.

Infografik 12 tahap metode pelaksanaan pasangan bata ringan AAC
Urutan pekerjaan pasangan bata ringan AAC dari persiapan hingga dinding siap plester.

Metode Pelaksanaan Pasangan Bata Ringan AAC

1. Persiapan Dokumen, Material, dan Area Kerja

Periksa drawing, spesifikasi, material yang disetujui, dan kesiapan area. Pastikan material bata ringan tersimpan dengan baik, terlindung secukupnya, dan tidak bercampur dengan material rusak. Cek juga ketersediaan mortar perekat serta alat kerja.

2. Pemeriksaan Marking, Posisi, dan Elevasi Dinding

Lakukan setting out berdasarkan shop drawing. Pastikan garis dinding, dimensi ruangan, posisi opening, dan hubungan dengan kolom, balok, maupun elemen lain telah sesuai. Pemeriksaan awal ini penting untuk mencegah kesalahan geometri yang sulit diperbaiki setelah dinding naik.

Marking dan setting out posisi dinding bata ringan AAC
Setting out yang akurat membantu mencegah kesalahan posisi dinding dan opening.

3. Persiapan Permukaan Dasar

Permukaan dasar tempat pasangan dimulai harus diperiksa kebersihan, elevasi, dan kondisinya. Dasar pemasangan harus cukup baik agar baris pertama dapat dipasang stabil dan menjadi acuan untuk baris-baris berikutnya.

Kesalahan pada baris pertama sering menyebabkan ketidaktegakan, gelombang, dan deviasi dimensi pada keseluruhan dinding.

4. Penyiapan Mortar Perekat

Mortar perekat disiapkan mengikuti instruksi material yang digunakan. Pencampuran harus dilakukan secukupnya agar mutu adukan tetap terjaga saat diaplikasikan. Hindari penggunaan mortar yang sudah tidak layak pakai sesuai ketentuan sistem material.

5. Pemasangan Baris Pertama Bata Ringan

Baris pertama merupakan tahap paling penting dalam pekerjaan pasangan bata ringan. Bata dipasang mengikuti garis marking dengan kontrol posisi dan elevasi secara cermat.

Pada tahap ini, ketelitian lebih diutamakan daripada kecepatan. Pastikan susunan awal cukup lurus dan menjadi referensi untuk pekerjaan selanjutnya.

6. Pemasangan Baris Berikutnya dan Kontrol Ikatan

Setelah baris pertama stabil, pemasangan dapat dilanjutkan ke baris-baris berikutnya. Setiap lapis harus tetap dikontrol posisi, alignment, dan kerataannya. Ikatan antarblok perlu dijaga sesuai prinsip pemasangan dan detail proyek yang berlaku.

Mortar perekat harus diaplikasikan dengan merata sesuai sistem yang digunakan. Hindari sambungan yang tidak terisi baik atau pemasangan blok secara paksa yang menurunkan kualitas dinding.

7. Pemotongan dan Penyesuaian di Area Opening

Pada area pintu, jendela, shaft, atau detail arsitektur tertentu, bata ringan dapat memerlukan pemotongan dan penyesuaian. Pemotongan harus rapi dan tetap memperhatikan detail sambungan serta kebutuhan penguatan di area opening sesuai gambar kerja.

Hindari potongan yang tidak terencana dan terlalu kecil jika dapat menurunkan kualitas pemasangan.

8. Treatment Sambungan dengan Kolom, Balok, dan Elemen Lain

Sambungan dinding dengan kolom, balok, dinding existing, atau elemen lain perlu mengikuti detail proyek. Bila disyaratkan wall tie, angkur, atau connector tertentu, pemasangannya harus dilakukan pada posisi dan urutan yang benar.

Detail ini berperan penting terhadap kestabilan dinding dan kinerja sambungan terhadap elemen sekitarnya.

9. Pemeriksaan Ketegakan, Kerataan, dan Alignment

Selama pemasangan berlangsung, lakukan pemeriksaan rutin terhadap ketegakan, kerataan bidang, dan alignment dinding. Pemeriksaan tidak sebaiknya menunggu sampai seluruh area selesai karena koreksi akan lebih sulit dilakukan.

Gunakan alat ukur yang memadai dan dokumentasikan temuan bila diperlukan sebagai bagian dari QC lapangan.

10. Perbaikan Minor dan Pembersihan Area

Jika ditemukan sambungan tidak rapi, posisi blok kurang baik, atau ketidaksempurnaan minor, lakukan perbaikan sebelum pekerjaan lanjut terlalu jauh. Setelah itu, bersihkan area dari sisa potongan bata, mortar berlebih, dan material yang mengganggu.

11. Pemeriksaan QC Akhir

Setelah area pekerjaan selesai, QC memeriksa kesesuaian hasil dengan drawing dan spesifikasi proyek. Pemeriksaan meliputi posisi dinding, bukaan, kerapian pemasangan, kondisi sambungan, kerataan, dan kesiapan untuk pekerjaan tahap berikutnya.

12. Persiapan Sebelum Plester atau Finishing Berikutnya

Sebelum pekerjaan plesteran, acian, atau finishing lain dimulai, pastikan dinding telah diterima sesuai prosedur proyek. Area dinding juga harus dalam kondisi yang tidak rusak oleh pekerjaan lain seperti chasing MEP, penambahan bukaan, atau benturan material.

Quality Control Pasangan Bata Ringan AAC

TahapYang DiperiksaTujuan
PersiapanDrawing, material, posisi dinding, elevasi, openingMemastikan pekerjaan dimulai dari data dan area yang benar
Baris pertamaPosisi, elevasi, kelurusan awalMenjadi acuan untuk seluruh dinding
Pemasangan rutinKetegakan, kerataan, joint, alignment, ikatanMenjaga kualitas pasangan selama progres berlangsung
Area detailOpening, sambungan ke kolom/balok, potongan blokMengendalikan kualitas area kritis
AkhirKerapian, dimensi, kesiapan plester/finishingMemastikan hasil siap diteruskan ke pekerjaan berikutnya

Masalah Umum yang Sering Terjadi

Dinding Tidak Tegak atau Bergelombang

Penyebab umum adalah baris pertama yang tidak akurat, kontrol alignment yang kurang, atau pemasangan terlalu cepat tanpa pemeriksaan berkala.

Joint Tidak Rapi

Hal ini bisa terjadi karena aplikasi mortar perekat yang tidak merata, blok dipasang tidak presisi, atau kontrol kebersihan kurang baik.

Opening Tidak Sesuai Posisi

Biasanya terjadi akibat marking awal yang tidak akurat atau koordinasi gambar yang kurang baik sebelum pemasangan dimulai.

Sambungan ke Struktur Tidak Sesuai

Masalah ini sering muncul jika detail wall tie, angkur, atau connector diabaikan atau tidak dikoordinasikan sejak awal.

Retak pada Dinding

Retak dapat berkaitan dengan sambungan, detail pertemuan, kualitas pemasangan, atau faktor lain yang harus dievaluasi berdasarkan kondisi proyek. Penanganannya tidak boleh disamaratakan tanpa melihat penyebabnya.

Aspek K3 Pekerjaan Bata Ringan

K3: Pekerjaan pasangan bata ringan tetap memiliki risiko seperti manual handling, debu saat pemotongan, tepi tajam material, area kerja yang padat, dan pekerjaan pada elevasi tertentu. Pelaksanaan harus mengikuti risk assessment proyek, penggunaan APD, pengendalian debu, serta housekeeping yang baik.
  • Gunakan APD sesuai ketentuan proyek.
  • Jaga area kerja tetap rapi dan aman dari material sisa.
  • Perhatikan teknik pengangkatan dan pemindahan material.
  • Kendalikan debu saat pemotongan bata ringan.
  • Gunakan platform kerja yang sesuai jika bekerja pada ketinggian.

Checklist Praktis Pasangan Bata Ringan AAC

  • ☐ Drawing dan revisi terbaru tersedia.
  • ☐ Posisi dinding dan opening sudah dimarking dengan benar.
  • ☐ Material bata ringan dan mortar perekat sesuai approved material.
  • ☐ Permukaan dasar telah diperiksa.
  • ☐ Baris pertama dipasang dengan akurat.
  • ☐ Ketegakan dan kerataan dinding dikontrol selama pemasangan.
  • ☐ Detail opening dan sambungan ke struktur sesuai drawing.
  • ☐ Potongan bata rapi dan tidak berlebihan.
  • ☐ Area kerja bersih dari sisa mortar dan potongan material.
  • ☐ QC akhir dilakukan sebelum plesteran atau finishing berikutnya.

Alur Ringkas Pekerjaan

Persiapan dokumen dan area → marking dan setting out → persiapan dasar → penyiapan mortar → pemasangan baris pertama → pemasangan bertahap → treatment detail → pemeriksaan alignment → QC akhir → siap untuk plester/finishing.

FAQ

Apa yang paling penting saat memulai pasangan bata ringan AAC?

Baris pertama, posisi marking, dan kontrol elevasi merupakan tahap paling penting karena menjadi acuan seluruh dinding.

Apakah bata ringan boleh dipotong di lapangan?

Boleh jika diperlukan, tetapi pemotongan harus rapi dan tetap mengikuti detail pekerjaan serta mempertimbangkan kualitas hasil pasangan.

Apakah ketebalan joint bisa disamaratakan untuk semua proyek?

Tidak. Detail joint harus mengikuti sistem material, spesifikasi proyek, dan metode yang disetujui.

Mengapa sambungan ke kolom dan balok perlu perhatian khusus?

Karena area pertemuan ini memengaruhi kestabilan, kerapian, dan performa dinding, sehingga perlu mengikuti detail wall tie atau connector yang ditetapkan proyek.

Kapan dinding bata ringan bisa diteruskan ke plesteran?

Setelah hasil pasangan diperiksa dan dinyatakan memenuhi persyaratan proyek untuk masuk ke tahap pekerjaan berikutnya.

Apa kesalahan paling sering pada pemasangan bata ringan?

Kesalahan yang umum antara lain marking yang kurang akurat, baris pertama tidak presisi, alignment kurang terkontrol, opening salah posisi, dan sambungan ke struktur tidak mengikuti detail.

Kesimpulan

Metode pelaksanaan pasangan bata ringan AAC yang baik tidak hanya bergantung pada material, tetapi juga pada ketepatan marking, kualitas baris pertama, kontrol alignment, detail sambungan, dan pemeriksaan berkala selama proses pemasangan.

Dengan pengendalian yang konsisten dari tahap persiapan hingga QC akhir, hasil pasangan akan lebih rapi, lebih mudah menerima finishing berikutnya, dan lebih minim rework. Detail teknis aktual tetap harus mengacu pada approved drawing, spesifikasi proyek, dan sistem material yang digunakan.

Cara Pemasangan ACP Pada Fasad

Dalam artikel ini , akan dibahas mengenai Cara Pemasangan ACP Pada Fasad. Aluminium Composite Panel (ACP) adalah panel datar yang terbuat dari kombinasi plat aluminium dan material komposit yang sering disingkat ACP. Polietilen digunakan sebagai bahan komposit. Bahan plat aluminium menutupi kedua sisi panel ini.


Panel datar ini memiliki kemampuan untuk memberikan tampilan bangunan yang modern dan elegan. Akibatnya, bahan ini sering digunakan di bagian luar dan dalam bangunan komersial seperti perkantoran, kompleks ritel, dan hotel. Orang yang ingin membangun tempat tinggal menjadi semakin tertarik menggunakan bahan ini.

Cara Pemasangan ACP Pada Fasad


Cara Memasang Panel Komposit Aluminium

Proses pemasangan panel datar pada umumnya dipisahkan menjadi empat bagian. Tahapan dirangkum di sini.


1. Tahap persiapan

Ada dua jenis persiapan instalasi: teknis dan non-teknis. Persiapan non-teknis dapat melibatkan tugas-tugas administratif seperti membuat sketsa desain, survei lokasi, mengembangkan anggaran, melakukan pemeriksaan timbal balik awal, dan sebagainya. Setelah itu, pertimbangkan anggaran dan bahan yang akan dibutuhkan. Hitung semuanya dengan sangat detail untuk mempercepat proses konstruksi.


Tahap kedua persiapan, yang dikenal sebagai persiapan teknis, melibatkan persiapan alat, bahan, dan jumlah personel. Mesin pemangkas router, mesin pemotong, mesin bor, mesin las, sealant gun (senjata lem kaca), dan alat ukur adalah contoh peralatan bangunan yang umum digunakan. Sementara itu, baut, dynabolt, kawat las, kain perca, suku cadang mesin pemotong, selotip, mur, sekrup, dan bit router termasuk di antara barang-barang tersebut. Jangan lupa untuk menyediakan staf Anda dengan alat instalasi seperti perancah.


2. Tahap kerangka

Panel datar ini dapat digunakan pada dinding luar atau dalam, dan pengerjaan pada bingkai akan secara otomatis mengikuti penggunaan mana yang lebih disukai. Namun, pertimbangkan pekerjaan bingkai ACP yang biasa di dinding. Baja berongga galvanis dan braket siku diperlukan untuk konstruksi rangka.


Potong baja berlubang galvanis dan braket siku sesuai kebutuhan. Kemudian, gunakan braket siku untuk memperkuat dudukan rangka berongga. Gunakan dynabolt dan fiser jika rangka menempel ke dinding. Namun, jika langsung terpasang pada rangka, Anda hanya perlu menggunakan sekrup atau prosedur pengelasan untuk mengencangkannya.


Sesuaikan ukuran bingkai dengan ukuran ACP; misalnya jika ukuran ACP adalah 100x100 cm, maka ukuran bingkai harus dikurangi 2 sentimeter menjadi 98x98 cm. Ruang dirancang untuk memungkinkan telinga ACP menekuk . Instalasi ini akan meninggalkan nat atau garis penghubung 1 cm untuk menambahkan sekrup ke penyangga dan bingkai ACP.


3. Tahap Pekerjaan ACP pda Rangka

Potong ACP ke ukuran yang diperlukan dan ingat untuk meninggalkan setidaknya 2 cm untuk ditekuk. Lengkungkan tekukan  dan gunakan sekrup untuk menahan braket aluminium menggunakan spigot atau stiffener. Braket ini digunakan untuk mengamankan posisi ACP pada bingkai.


Kemudian, dengan menggunakan sekrup dari braket, pasang ACP ke rangka yang telah dibuat. Agar pemasangannya rapi dan permukaannya rata, Anda bisa menggunakan pelurus seperti benang. ACP harus dipasang ke arah yang ditunjukkan oleh panah pada plastik pelindung.



4. Tahapan penyelesaian

Sentuhan terakhir utama adalah menggunakan sealant gun untuk menyegelnya. Pastikan Anda mempekerjakan orang-orang yang profesional dalam mengerjakan  pekerjaan ini. Pilih warna sealant yang cocok dengan warna nat atau garis penghubung yang dimaksud. Agar pemasangan sealant lebih rapi, gunakan selotip atau selotip kertas untuk membentuk garis batas.


Demikinan Cara Pemasangan ACP Pada Fasad, semoga bermanfaat 


Metode Pelaksanaan Pekerjaan Cat Dinding Emultion

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Cat Dinding Emultion, adalah sebagai berikut:

1.    Persiapan
  • Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat dinding.
  • Approval material yang akan digunakan.
  • Persiapan lahan kerja.
  • Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding emultion, plamir dinding, sealer, alkali (anti jamur), ampelas, air , dll.
  • Persiapan alat bantu kerja, antara lain : steiger, roll, bak rool, kuas, kape, dll.
Pekerjaan Cat Dinding Emultion
Pekerjaan Cat Dinding Emultion

2.    Pekerjaan pengecatan
  • Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
  • Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
  • Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
  • Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas,  sikat kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
  • Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
  • Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang bersih/halus.
  • Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
  • Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat dinding emultion.
  • Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Sanitair

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Sanitair adalah sebagai berikut :

1.    Persiapan
  • Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan sanitair.
  • Approval material yang akan digunakan.
  • Persiapan lahan kerja.
  • Persiapan material kerja, antara lain : monoblock, washtafel, cove ligth washtafel, kaca cermin, hand drayer, jet washer, tisue holder, hand shower, soap dish, urinoir, penyekat urinoir, floor drain, kran dinding, kichen zink,  seal tape, sealant, dll.
  • Persiapan alat bantu kerja, antara lain : bor, gerinda, waterpass, obeng, kunci pas, gun sealant, dll.
Pekerjaan Sanitair
Pekerjaan Sanitair

2.    Pengukuran
  • Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatan dan elevasi ketinggian alat sanitair.

3.    Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitiar
  • Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap penyelesaian untuk serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut tidak rusak/hilang sebelum bangunan digunakan.
  • Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
  • Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
  • Untuk inlet berupa drat, penyambungan terlebih dahulu menggunakan seal tape.
  • Pasang alat sanitary pada posisi yang telah diberi tanda.
  • Proteksi alat sanitair yang sudah terpasang.
  • Untuk testing pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat sanitair.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran dan Acian

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran dan Acian adalah sebagai berikut :

Persiapan
  • Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan acian.
  • Approval material yang akan digunakan.
  • Persiapan lahan kerja.
  • Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
  • Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
Plesteran dan Acian

Pelaksanaan pekerjaan plesteran dan acian
  • Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 5Psr dan plesteran transram menggunakan aduka 1PC : 3Psr.
  • Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
  • Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
  • Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada  permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
  • Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
  • Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
  • Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
  • Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
  • Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
  • Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air.  Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.

Tatacara Pelaksanaan Pekerjaan Meja Beton

Tatacara Pelaksanaan Pekerjaan Meja Beton adalah sebagai berikut :

Persiapan
  • Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan meja beton.
  • Approval material yang akan digunakan.
  • Persiapan lahan kerja.
  • Persiapan material kerja, antara lain : multiplek, kaso, besi beton, kawat beton, paku, semen PC, split, pasir, air, dll.
  • Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, selang air,  raskam, benang, gergaji, dll.

Pekerjaan Meja Beton

Pengukuran
  • Lebih dahulu juru ukur menentukan dan menandai pada bagian area yang akan dibuat meja beton.
Pelaksanaan pekerjaan meja beton
  • Pasang bata yang elevasinya disesuaikan dengan tinggi meja dapur.
  • Pasang bekesting multiplek dan diberi perkuatan dengan kaso. Beri lubang pada bekesting untuk sparing penempatan alat sanitair.
  • Bekesting untuk plat untuk meja beton dibuat dengan ketebalan 10 cm.
  • Fabrikasi besi beton dengan perkuatan kawat beton.
  • Letakkan besi beton yang sudah difabrikasi diatas bekesting. Apabila diperlukan, pasang stek besi pada bagian dinding.
  • Pasang beton decking sesuai dengan kebutuhan.
  • Cek elevasi dan kerataan meja beton sebelum di cor.
  • Setelah bekesting dan pembesian siap, tuang adukan beton cor kedalam bekesting secara merata dan dipadatkan.

Proses Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Partisi Gypsum

Proses Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Partisi Gypsum adalah sebagai berikut :

Persiapan
  • Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan dinding partisi gypsum.
  • Approval material yang akan digunakan.
  • Persiapan lahan kerja.
  • Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board, rangka hollow 20/40 & 40/40, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
  • Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger, unting-unting, gerinda, gergaji, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang air, dll.
Pek dinding partisi gypsum

Pengukuran
  • Lebih dahulu juru ukur/surveyor dengan theodolith menentukan dan menandai (marking) pada bagian lantai dan dinding pemasangan dinding partisi gypsum.

Pemasangan rangka hollow dan gypsum board
  • Potong rangka hollow dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.
  • Pasang rangka hollow pada bagian lantai dan dinding mengikuti marking dengan jarak rangka 60x60 cm.
  • Pastikan dan cek rangka hollow sudah terpasang tegak lurus (siku).
  • Pasang lembaran gypsum board pada rangka hollow dengan perkuatan menggunakan sekrup gypsum.
  • Lembaran gypsum board dipasang satu sisi dahulu, untuk memudahkan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal. Setelah instalasi mekanikal dan elektrikal terpasang baru lembaran gypsum board sisi berikutnya dipasang.
  • Cek kerataan permukaan pasangan dinding partisi gypsum board.
  • Sambungan antar gypsum board diberi textile tape dan di compound kemudian digosok dengan ampelas halus untuk mendapatkan permukaan yang rata/flat.
  • Tutup semua kepala sekrup dengan compound  lalu gosok dengan ampelas agar permukaan rata.
  • Pekerjaan terakhir adalah finishing cat permukaan gypsum.